THE BLIND SIDE
Film ini menceritakan kehidupan seorang anak bernama Michael Oher, yang
berasal dari keluarga broken home dan ras kulit hitam. Awal kehidupannya yang
sulit karena pengaruh lingkungan buruk (gengster) dan trauma masa kecil
membuatnya sempat menjalani hidup sebagai tunawisma. Sejak kecil Oher telah
berada dalam sistem perlindungan anak negara lewat program orang tua asuh. Hal
ini dikarenakan ibu Oher di penjara karena kasus narkoba dan ayah yang tidak
bertanggung jawab. Oher terus berpindah lingkungan karena menyesuaikan dengan
orang tua asuh yang mau menampungnya dan begitu pindah ke lokasi baru, biasanya
Oher akan melarikan diri dari rumah yang menampungnya. Ketika itu Oher
menumpang tidur di rumah seorang temannya, ayah temannya setelah itu membujuk guru di sebuah sekolah untuk dapat
memasukkan Oher ke sekolah tersebut. Meskipun Oher memiliki nilai akademis yang
buruk, namun Oher akhirnya bisa bersekolah di sekolah tersebut.
Suatu malam, saat berada dalam perjalanan pulang, Leigh Anne menemukan Oher
sedang berjalan sendirian dan kedinginan di tepi jalan. Leigh Anne meminta
suaminya untuk menepi lalu mendatangi Oher. Setelah ditanya, ternyata Oher
sedang akan menuju sekolah untuk menumpang tidur di luar gedung. Leigh Anne
lalu menawarkan Oher untuk ikut dengannya dan menginap di rumahnya. Keputusan
Leigh Anne membuat kaget suaminya, akan tetapi dengan sedikit penjelasan
akhirnya suaminya mengijinkan Oher untuk
menginap.
Oher berusaha melarikan diri dari rumah Leigh Anne di pagi harinya. Akan
tetapi kemudian, Leigh Anne mencegah dan mengajak Oher untuk menghabiskan
liburan Thanksgiving bersama keluarganya. Perlahan Oher menjadi dekat dengan
keluarga Tuohy, bahkan dengan anak-anak Leigh Anne. Leigh Anne akhirnya
membiayai seluruh kebutuhan Oher dengan menjadi orang tua asuh yang legal(resmi).
Dalam suatu kesempatan, Oher mengikuti tes kepribadian yang diberikan sekolah.
Hasilnya mengejutkan, tes bakat Oher memang bernilai rendah, tetapi Oher meraih
nilai persentil 98 di bagian insting melindungi.
SJ Tuohy (teman Oher) tidak hanya membantu Oher untuk memperbaiki tingkat
kepercayaan dirinya, tapi juga membantu Oher untuk memiliki fisik yang kuat
untuk dapat masuk dalam tim olahraga football di sekolah.
Setelah beberapa latihan fisik, akhirnya Oher masuk dalam tim tersebut. Pada awal memasuki tim, Oher masih tidak mengerti
bagaimana cara bermain olahraga ini dan apa saja aturan yang harus diikuti. SJ
Tuohy pun dengan sabar membantu Oher untuk mengerti dan selalu merekam setiap pertandingan serta latihan yang
dilakukan Oher untuk dapat dibahas bersama di rumah.
Perlahan Oher mulai memahami bagaimana prinsip bermain football.
Namun Oher masih belum dapat memposisikan dirinya menjadi pemain sesuai dengan
peran yang diberikan kepadanya di lapangan. Karena pelatih tim mulai kehilangan
akal menghadapi Oher, akhirnya Leigh Anne turun tangan dan mengatakan pada
pelatih tim, “insting melindungi Oher 98%. Kamu harus lebih mengenal pemainmu.”
Leigh Anne membantu Oher memahami bahwa tim football itu
sebagai keluarga yang harus dilindungi dari pemain lawan. Pengubahan pola pikir
yang dilakukan Leigh Anne terhadap Oher membantu membentuk perilaku Oher dalam
kerja sama tim. Leigh Anne pun memberikan contoh beberapa kali lalu menyuruh
Oher untuk mempraktikkannya di latihan. Akhirnya usaha Leigh Anne berhasil. Di
pertandingan-pertandingan selanjutnya Oher menjadi pemain kunci(utama) yang
akhirnya membuat tim football sekolah menang di banyak
kompetisi. Kemampuan Oher yang baik di olahraga ini membuat banyak universitas
tertarik untuk memberikan beasiswa kepada Oher atas prestasi di bidang olahraga
dan merekrut Oher untuk menjadi atlet mereka. Dari sinilah kemudian karir Oher
sebagai atlet football Amerika meningkatt.
Pesan moral
- 1. Pada dasarnya setiap anak memiliki potensi masing-masing. Orang tua maupun lingkungan sekitar memiliki andil yang besar dalam mengasah kemampuan dan memunculkan kemampuan terpendam seorang anak. Jadi, tetaplah sabar dan jangan pantang menyerah dalam mendampingi anak.
- 2. Ibu tidak hanya berlaku untuk anak yang lahir dari rahim sendiri, tapi juga untuk orang lain yang membutuhkan.
- 3. Tidak peduli darimana asalnya, tetapi kita tidak boleh memandang sebelah mata siapan pun hanya karna perbedaan warna kulit. Kita harus saling menghargai dan menghormati suatu perbedaan serta selalu bersifat toleransi.
- 4. “Terkadang kamu tak tahu mengapa kamu melakukan sesuatu. Jika karena keberanian, orang bodoh pun bisa memiliki keberanian. Tapi kehormatan adalah alasan sebenarnya dibalik keputusanmu untuk melakukan sesuatu atau tidak”. –Michael Oher–

Tidak ada komentar:
Posting Komentar