Kamis, 23 Mei 2019

Analisis Film (Perkembangan Peserta Didik), Kelantan (A1C118023)

Hasil gambar untuk the blind side

THE BLIND SIDE


Film ini menceritakan kehidupan seorang anak bernama Michael Oher, yang berasal dari keluarga broken home dan ras kulit hitam. Awal kehidupannya yang sulit karena pengaruh lingkungan buruk (gengster) dan trauma masa kecil membuatnya sempat menjalani hidup sebagai tunawisma. Sejak kecil Oher telah berada dalam sistem perlindungan anak negara lewat program orang tua asuh. Hal ini dikarenakan ibu Oher di penjara karena kasus narkoba dan ayah yang tidak bertanggung jawab. Oher terus berpindah lingkungan karena menyesuaikan dengan orang tua asuh yang mau menampungnya dan begitu pindah ke lokasi baru, biasanya Oher akan melarikan diri dari rumah yang menampungnya. Ketika itu Oher menumpang tidur di rumah seorang temannya, ayah temannya setelah itu  membujuk guru di sebuah sekolah untuk dapat memasukkan Oher ke sekolah tersebut. Meskipun Oher memiliki nilai akademis yang buruk, namun Oher akhirnya bisa bersekolah di sekolah tersebut.

Suatu malam, saat berada dalam perjalanan pulang, Leigh Anne menemukan Oher sedang berjalan sendirian dan kedinginan di tepi jalan. Leigh Anne meminta suaminya untuk menepi lalu mendatangi Oher. Setelah ditanya, ternyata Oher sedang akan menuju sekolah untuk menumpang tidur di luar gedung. Leigh Anne lalu menawarkan Oher untuk ikut dengannya dan menginap di rumahnya. Keputusan Leigh Anne membuat kaget suaminya, akan tetapi dengan sedikit penjelasan akhirnya suaminya  mengijinkan Oher untuk menginap.

Oher berusaha melarikan diri dari rumah Leigh Anne di pagi harinya. Akan tetapi kemudian, Leigh Anne mencegah dan mengajak Oher untuk menghabiskan liburan Thanksgiving bersama keluarganya. Perlahan Oher menjadi dekat dengan keluarga Tuohy, bahkan dengan anak-anak Leigh Anne. Leigh Anne akhirnya membiayai  seluruh kebutuhan Oher dengan menjadi orang tua asuh yang legal(resmi). Dalam suatu kesempatan, Oher mengikuti tes kepribadian yang diberikan sekolah. Hasilnya mengejutkan, tes bakat Oher memang bernilai rendah, tetapi Oher meraih nilai persentil 98 di bagian insting melindungi.

SJ Tuohy (teman Oher) tidak hanya membantu Oher untuk memperbaiki tingkat kepercayaan dirinya, tapi juga membantu Oher untuk memiliki fisik yang kuat untuk dapat masuk dalam tim olahraga football di sekolah. Setelah beberapa latihan fisik, akhirnya Oher masuk dalam tim tersebut. Pada awal  memasuki tim, Oher masih tidak mengerti bagaimana cara bermain olahraga ini dan apa saja aturan yang harus diikuti. SJ Tuohy pun dengan sabar membantu Oher untuk mengerti dan selalu  merekam setiap pertandingan serta latihan yang dilakukan Oher untuk dapat dibahas bersama di rumah.

Perlahan Oher mulai memahami bagaimana prinsip bermain football. Namun Oher masih belum dapat memposisikan dirinya menjadi pemain sesuai dengan peran yang diberikan kepadanya di lapangan. Karena pelatih tim mulai kehilangan akal menghadapi Oher, akhirnya Leigh Anne turun tangan dan mengatakan pada pelatih tim, “insting melindungi Oher 98%. Kamu harus lebih mengenal pemainmu.”

Leigh Anne membantu Oher memahami bahwa tim football itu sebagai keluarga yang harus dilindungi dari pemain lawan. Pengubahan pola pikir yang dilakukan Leigh Anne terhadap Oher membantu membentuk perilaku Oher dalam kerja sama tim. Leigh Anne pun memberikan contoh beberapa kali lalu menyuruh Oher untuk mempraktikkannya di latihan. Akhirnya usaha Leigh Anne berhasil. Di pertandingan-pertandingan selanjutnya Oher menjadi pemain kunci(utama) yang akhirnya membuat tim football sekolah menang di banyak kompetisi. Kemampuan Oher yang baik di olahraga ini membuat banyak universitas tertarik untuk memberikan beasiswa kepada Oher atas prestasi di bidang olahraga dan merekrut Oher untuk menjadi atlet mereka. Dari sinilah kemudian karir Oher sebagai atlet  football Amerika meningkatt.



Pesan moral
  • 1.      Pada dasarnya setiap anak memiliki potensi masing-masing. Orang tua maupun lingkungan sekitar memiliki andil yang besar dalam mengasah kemampuan dan memunculkan kemampuan terpendam seorang anak.  Jadi, tetaplah sabar dan jangan pantang menyerah dalam mendampingi anak.
  • 2.      Ibu tidak hanya berlaku untuk anak yang lahir dari rahim sendiri, tapi juga untuk orang lain yang membutuhkan.
  • 3.      Tidak peduli darimana asalnya, tetapi kita tidak boleh memandang sebelah mata siapan pun hanya karna perbedaan warna kulit. Kita harus saling menghargai dan menghormati suatu perbedaan serta selalu bersifat toleransi.
  • 4.      “Terkadang kamu tak tahu mengapa kamu melakukan sesuatu. Jika karena keberanian, orang bodoh pun bisa memiliki keberanian. Tapi kehormatan adalah alasan sebenarnya dibalik keputusanmu untuk melakukan sesuatu atau tidak”.  –Michael Oher–

Tidak ada komentar:

Posting Komentar